24 September 2009

rubik's cube 4x4x4

tadi sore. jam 4an Waktu Indonesia Bagian Barat, rencana mau nonton get married 2 di Eplaza. grawr tapi apa daya, antrian terlalu panjang dan kami (aku, si mama, si adik, si kakak, dan si kakak sepupu) malas bersabar mengantri jadi kamu iseng jalan jalan ke mall, pertama ke DP mall *ehem, sebelumnya saya sedang berada di Semarang. jalan jalan cari korden. penting? sekali... cari cari cari ga ada yang bagus. terus loncat ke citra mall. tetap dengan tujuan cari korden. dan lalu yes, berhasil ada yang bagus. maka dibelilah. kebetulan ey kebetulan. di lantai paling atas dari mall ini ada 21 (bacanya twenty one jangan dua satu), ga salah main main. dan memang beruntungnya antriannya tidak begitu panjang, maka jadilah kami menonton get married 2. ada selang waktu 1 jam sebelum filmnya main. dan karena bosan. aku dan si kakak keluyuran sendiri kayak anak ilang. gaya aja sok sokan berduit masuk butik sana butik sini liat liat pegang pegang, abis itu dengan tampang 'cih, ga ada yang bagus' nyelonong keluar. HAHA. sampai akhirnya aku terpesona pada sebuah TOKO MAINAN. memang saya sedang sangat terobsesi pada sebuah mainan bernama 'RUBIK'(namun orang memanggilnya dengan banyak nama seperti : cube, magic cube, rubik's cube, magic box sampai mainan kotak yang diputer puter)
dan oh Tuhan, alangkah indahnya aku melihat setumpuk 3X3X3 RUBIK tersusun berantakan di sebuah rak yang lusuh dan tergencet gencet mainan lain yang lebih blinkblink. rubik itu beristirahat dengan anggunnya di sebuah kotak dan memberi kesan sangat mahal (ehem, memang mahal. bayangkan aku beli di tempat yang berbeda dengan harga 40ribuan. disana dijual 170ribuan. memang lebih bagus sih kualitasnya. tapi tetap saja mahal -___-) oke, cukup terpesonanya
kemudian dengan malu malu saya bertanya 'mbake boleh tak liat mainan seng iki rak?'
mbak itupun tidak menjawab pertanyaan saja, dia hanya menunjuk sebuah meja yang dipenuhi mainan mainan termasuk rubik didalamnya. dan tak segan aku datangi meja itu
tiba tiba...
OH TERIMAKASIH BANYAK TUHAN, tetap rubik rubik itu di susun tidak rapi, tapi tetap indah dimanta saya. di puncak dari susunan itu ada 4x4x4 RUBIK!!!!! 4x4x4! yes! 4x4x4 golgolgolalealeale 4x4x4 cikicikibumbumalalabumbum 4x4x4 yeeeyyyy HARUS BELI!! terus aku perhatikan baik baik rubik itu dan walaupun aku hanya mampu memandanginya dari luar kotak yang membungkusnya, aku sudah terharu. aw! perlahan tapi pasti pelan pelan mata saya beranjak kebagian bawah kotak, tempat dimana keterangan tentang 'seberapa mahal rubik ini' berada. dan mahal, iya mahal. MAHAL SEKALI! aaaaa!

'gimana dong, aku pingin beli tapi sekarang ga bawa uang (hem, keluar gembelnya. tadi sih sok berduit masuk keluar butik. sekarang pang cih) kalo minta ke mama dulu nanti rubiknya bisa keburu diambil orang. nitip sama mbak mbaknya bisa kali ya kak, tolong jagain gitu' itu kalimat yang saya ucapkan ke kakak saya dengan air mata yang hampir mengalir *serius aku hampir nangsi di depan toko ini haha

oh iya, harganya duaratusempatpuluhriburupiahangsulseratusrupiah atau dalam bahasa inggrisnya twohundretfortitausenrrupiaswithchangeahundretrupias *cara penulisan dan grammar yang salah -__- MAHAL BUKAN? SANGAT! tapi karena rasa ingin memilikiku saat itu sangat lebih besar daripada keadaan dompet, maka jadilah saya lari lari keatas. tidak sampai 5 menit saya berhasil naik dari lantai 1 ke lantai 4 dengan keadaan mall yang sedang ramai saat itu. iya aku benar benar berlari.
begitu sampai di hadapan mama tercinta, aku duduk sujud dihadapannya kemudian berkata 'ma, ada rubik 4x4x4 di bawah di balikpapan ga ada rubik kayak gitu uang yaya ada di balikpapan yaya minjem uang mama dulu baru nanti yaya ganti harganya duaratusempatpuluhriburupiahangsulseratusrupiah yayaya' panjang lebar aku berkata kata dengan napas yang tersendat sendat tanggapannya mamaku cuma 'oh' doeng! maka hampir 10 menit aku mohon mohon peminjaman uang dan lagi lagi karena rubik aku hampir nangis di bioskop -___- namun akhirnya, peminjaman pun terlaksana tanpa bunga
aaaaaaaaaaaaa secepat kilat turun lagi kebawah. datengin toko yang tadi. langsung main rampas rubik 4x4x4 itu, dan berkata 'mbake aku beli!'

begitu rubik itu ada di tanganku, pelan pelan aku kembali ke atas dan memeluk rubik itu erat erat dan berjalan sambil loncat loncat. rasanya sampai di rumah di balikpapan ini rubik mau tak bingkai kaca, gantung gantung di kamar, pasangin sensor infra red di sekelilingnya jadi tidak ada satupun yang bisa menyentuhnya.

*kisah ini nyata. tanpa ada adegan yang diperlebay sama sekali
YES I AM TOTALLY IN LOVE WITH RUBIK! I AM CRAZY OF THAT WONDERFUL THING :D

oke sekian curhatnya :)

16 September 2009

10 hal yang harus saya akui

1. waktu TK, saya selalu menyembunyikan kue makan siang ke dalam tas, lalu saya bawa pulang dan saya berikan ke nenek saya -___-

2. waktu SD, saya pernah bohong ke guru saya. dan karena kebohongan ini saya harus berbohong ke papa. bu guru, papa, maaf ya :)

3. saya pernah perang hebat dengan kakak saya, perang hebat sampai membuat bapak RT datang ke rumah saya dan bertanya ada apa. hebatnya orang tua saya tidak pernah mengetahui hal ini

4. saya pernah nangis gara gara nonton film india. haha

5. percaya tidak percaya, waktu SD kelas 5 saya pernah memakan lalat. secara tidak sengaja tentunya. dan rasanya. huek ga enak -__-

6. saya pernah lupa membayar uang angkot. ehem, sebenarnya secara sengaja saya lupakan. lalala

7. saya pernah korupsi uangnya mama. setelah selesai saya korup, saya ijin. dan saya sudah dimarahin

8. saya pernah digigit anjing. di jari jempol kaki kanan atau kiri gitu saya lupa

9. saya yakin saya punya banyak utang dan saya lupa kepada siapa saja saya mengutang dan berapa totalnya. ikhlaskan saja ya teman teman?

10. saya bingung harus menulis apa lagi...

14 September 2009

bagaimana dengan boneka anda?

sebenarnya aku punya masalah yang pingin banget aku ceritakan
tapi aku sendiri bingung bagaimana ceritanya. sama halnya seperti saya bingung, tapi tidak tahu kenapa saya bingung.
untuk itu, tidak usah bahas masalah saya.

jadi, tadi pagi saya nonton toys story. itu lohh film lama yang menceritakan boneka boneka yang bisa hidup. terus tiba tiba, 'kalau boneka boneka dirumahku bisa hidup gimana ya?'
dirumahku ada boneka pooh yang guedeee bener, piglet, mickey mouse, beruang, dinosaurus, lumba-lumba, barbie dan banyak boneka yang sangat besar yang akhirnya tersimpan dengan rapi di gudang.
kalau mereka punya kehidupan mereka sendiri, pasti barbie jadi boneka yang paling populer dan sangat cantik -____-

benar apa yang diceritakan di film toys story itu.
contohnya saja. waktu kecil, aku hobi banget minta dibeliin boneka, abis itu sampai di rumah di ajak main. mulai dari masak masakan, sekolah sekolah sampai kisahnya kita (aku dan boneka boneka itu) lagi di pasar baru beli barang barang, baru bote bote aku jadi pengjual bengsin hingga bibi gado gado.

serasanya waktu aku main masak masakan sama boneka boneka itu ada fotonya
tunggu aku cari...

...

jengjeng tidak diketemukan
ya sudahlah, belum rejeki kalian melihat aib ku waktu masih kecil haha

dan sekarang, rak rak boneka dikamarku sudah dipenuhi buku buku pelajaran (yang ehem jarang saya baca) dan ini dan itu dan ini dan itu dan bla bla bla dan boneka boneka itu dengan rapinya tersimpan digudang. kalau mereka punya perasaan, mungkin mereka akan menangis karena ditinggalkan. tapi mau bagaimana lagi, sekarang aku anak SMA tidak mungkin aku main sekolah sekolahan dan berpura pura jadi bibi gado gado lagi. benar bukan?

mungkin suatu hari nanti, kalau aku jadi penyihir aku bakal bikin sebuah ramuan yang hanya apa bila di teteskan satu tetes saja pada sebuah boneka, boneka itu akan berubah menjadi seorang boneka


08 September 2009

Aku Masih Sayang Laptopku!

Saat pagi hari saya membuka mata. Masih jam 4. Orang orang lagi pada sahur jam segini. Bangun, duduk di tempat tidur. Merasa ada yang aneh. Oh iya, aku ketiduran. Tadi malam aku masih main internet. Jengjeng. Modemnya apa kabar? Waduh, jangan jangan belom mati dari tadi malam. Dan ternyata benar, modemnya benar benar belum dimatikan. Matilah aku. jadi berapa itu tagihannya? Bisa bisa di gampar aku sama si mama kalau ketauan -___-
Dan lalu tiba tiba, modem sudah mati. Lha, laptopku mana? Jengjeng, setelah diselidik punya selidik, leptopku dengan indahnya tergeletak di lantai di sebelah tempat tidur dengan keadaan mengenaskan. jungkir balik. benar sekali.

Dan itu berarti, laptop ini telah terbanting dengan indahnya tadi malam. Syukurnya aku sudah tidur. Kalau aku masih tersadar dengan bugarnya. Sudah nangis darah kali ya…

Maka jadilah, keyboard laptop yang sangat ku cintai ini agak agak aneh, agak longgar gimana gitu. Jadi bunyi bunyi kalau ngetik. Haha lucu tapinya :D
Dan kemudian, dengan tragisnya aku mengamati leptopku. Syukur seribu syukur tidak ada beset sama sekali di laptop ku. YES. tidak ada barang bukti.

Dan mengenai modem, tadi siang aku berusaha untuk ngenet diam diam. Dan jengjeng kau tahu, sampai cantik aku menunggu loading yang tidak selesai selesai sampai kambing beranak sapi. efek nyala semalam sutuk mungkin yaa

Jadi intinya, saya takut ketauan si mama dan si papa kalau modemnya terus aktif semalaman dan laptop ku terbanting.

Dan WOW, beberapa detik yang lalu aku telah dengan sukses memperbaiki keyboard leptop ini.
yah… ga bisa nunjukin bunyi bunyinya ke temen temen deh..

07 September 2009

let it flow haha

Wah, saya lupa kalau saya punya blog haha :D

Jadi begini ceritanya
Ada seorang nenek tua
Yang hidup di tengah hutan belantara
Teman teman yang selalu menghiburnya hanyalah hewan hewan
Pada suatu hari
Nenek itu jatuh sakit
Sakit yang sangat parah
Hingga membuat hewan hewan merasa iba
Dan pada suatu malam, hewan hewan itu mengadakan sebuah pertemuan
Mereka membahas tentang nenek yang sedang sakit itu
Mereka mencari cara bagaimana untuk menyembuhkannya
Namun karena mereka semua adalah hewan yang notabene tidak mengerti sama sekali dunia kedokteran
Mereka hanya bisa berdoa kepada Tuhan,
Ya Tuhan, kami mohon bagaimana cara kami bisa menyembuhkan nenek
Kami ingin dia kembali sehat
Seketika timbul seberkas cahaya dari langit
Dan lalu…

Jeng jeng

Saya tidak tahu apa yang sedang saya ceritakan. Saya hanya biarkan cerita itu mengalir sebegitunya jadi apa adanya. Saya tidak berpikir apakah yang akan dilakukan oleh hewan hewan itu, ataukah apakah nenek itu akan sembuh atau malah tambah parah hingga akhirnya meninggal. Atau bisa saya bilang tidak terkonsep. Begitupun hidup. Hidup saya khususnya

Dulu, saya pernah mau jadi ilmuan. Karena mereka hebat. tapi begitu saya mendalami pelajaran IPA di sekolah saya, saat saya diharuskan bermain main dengan unsur, molekul molekul rumus rumus dan teman temannya. Jujur, saya muak. Haha ternyata susah. Dan cita cita ini sirna

Setelah itu saya ingin jadi guru. Mereka mulia dimata saya, tapi cita cita ini hanya bertahan selama beberapa minggu. Karena setelah saya pikir pikir, jadi guru itu tidak enak. Gajinya ga seberapa. Butuh kesabaran extra. Dan repot. Haha dan cita cita ini juga hilang

Dan lalu saya ingin jadi… emm lupa -____- Pokoknya hingga pada akhirnya detik ini saya tidak punya cita cita sama sekali. Jengjeng

Begitu pula dengan blog ini.
Saya tidak tahu apa yang akan saya tulis, saya biarkan mengalir begitu saja termasuk posting ini. acakadut.

Sekian terimakasih

*dara, inti dari posting ini apa?

jeng jeng