21 Februari 2010

for you, my friend Namora :D

Hari sabtu, cuaca mendung
aku datang kesekolah dengan perasaan yang biasa saja. Begitu aku sampai di depan kelas, temanku yang bernama sasa mengatakan sesuatu yang membuatku diam.

‘ayahnya ully meninggal’

Singkat, dan menusuk tajam

Aku kaget, aku langsung musuk ke dalam kelas. Ada nindy. Dia nangis.

Aku mengahampirinya. Dan mencoba menenangkannya.

Kemudian panjang cerita kita ke guru piket. Mencoba ijin ke rumahnya ully saat itu juga. Tapi mereka tidak mengijinkan. ijin mereka hanya pada jam ke3 dan ke4. Sedangkan kita mau ke rumah ully saat itu juga. Kemudian, ada dahlia. Teman kami. Nindypun memberitahu kabar ini

Kita duduk, sembari menunggu doa selesai dikumandangkan. Kita menangis. Bodoh, mungkin itu yang ada di pikiran orang saat melihat kita. tapi kita sedih, dan kita tidak tahu harus bagaimana.

Selesai doa, kita ke x-3. Memberitahukan teman teman di sana, khususnya hendra

Kemudian x-4, memberitahukan niken

Kemudian x-6, memberitahukan amei

Kemudian banyak orang yang tahu

Akhirnya kita ke piket lagi, mencoba memohon agar diberikan ijin pergi sekarang

Akhirnya ijinpun keluar

Kita pergi ke KM 6. Untuk teman kami bernama Namora B. Ully Panjaitan

Sampai di sana, kita berkomitmen, kita tidak akan menangis

Saya melihat teman saya, teman yang sangat ceria matanya bengkak, merah tapi dia masih cantik

Kita duduk di sebelahnya. Mencoba membuat dia tertawa

Mungkin, kami berhasil sedikit

Lama kelamaan teman teman kami banyak yang berdatangan. Hampir seluruh siswa siswi x-2 dan x-3 tumpah ruah di rumah yang yang diselimuti duka itu

Kemudian anak-anak PPKA, dan beberapa kakak kelas

Kami semua mencoba menghiburnya

Mencoba mengembalikan senyumnya walau kami mengerti ini berat, tapi dia harus kembali tertawa


Tulisan ini saya tulis khusus untuk kamu teman,

Siapapun kamu, dalam keadaan apapun kamu kita akan ada buat kamu.

Ayahmu orang yang sangat baik. Aku ingat semua kebaikannya. Saat beliau ikhlas mengantarku pulang sampai ke rumah, dan bahkan saat beliau mau mengambil sepatumu di rumahku.

Beliau orang yang ramah, dan beliau tidak akan pergi. Beliau akan terus ada di sampingmu, di hatimu.

Semoga beliau tenang di surga,

Amin

0 komentar mereka :):

Posting Komentar