Tampilkan postingan dengan label dongen kami : Untitled :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dongen kami : Untitled :). Tampilkan semua postingan

17 Desember 2009

untitled pt 2

Pagi itu sudah cukup siang untuk dikatakan pagi, Roseline baru terbangun dari dunia mimpinya. Melihat jendela. Dengan tergesa-gesa berlari dari tempat tidur nyamannya menuju kamar mandi. Diluar telah menanti seorang yang menjadi “agenda berjalannya”. Seorang pria kurus dengan mata yang terlihat selalu mengantuk. Berjalan mondar mandir di depan pintu kamar Roseline. Hans, itulah namanya, mulai resah dan tersenyum lega saat melihat Roseline keluar dan sudah berpakaian rapi setelah menunggu paling tidak 1 jam lamanya.

Mungkin hari ini akan melelahkan bagi Roseline. Akibat keterlambatanya tadi paling tidak ia sudah melewatkan paling tidak dua acara tanpa kehadirannya. Hal itu sungguh sangat membuat Hans bingung bagaimana menghentikan kebiasaaan Roseline untuk tidak bermain lompat tali sampai tengah malam. Itu akan menghambatnya segera pergi tidur, dan membuatnya terlambat bangun.

Acara berikutnya dimulai satu jam lagi dan itu membuat Roseline menyesal sudah terburu-buru siap-siap. Menunggu selama satu jam sangat membuat Roseline bosan. Kebosannan itu terbayar setelah keluarga dari Bizantium datang. Rezon, putra dari kerajaan itu, dengan anggun melangkah masuk melewati pintu Salvadoria, membuat Roseline yang semula bosan menjadi terpikat, begitu pula sebaliknya yang dirasakan oleh Rezon. Semua orang duduk mengitari meja persegi panjang termasuk Rezon. Rezon dengan rupa semenarik Skandar Keynes menatap Roseline dari sebrang meja. Roseline dengan tersipu mengalihkan pandangan, menghindari wajahnya yang mulai memerah.

25 November 2009

Untitled pt 1

Dahulu kala , hiduplah seorang anak perempuan yang lucu bernama Alice ia memiliki kekuatan ajaib untuk membuat ramuan ajaib. Ia tinggal di suatu negeri dan tempat yang aneh, seperti sebuah labu hitam besar yang melayang di udara dengan tanaman rambat yang menempel pada dinding rumahnya. Setiap orang melintas di depan rumahnya pasti merasa heran dengan keanehan rumah itu, dan hal yang terlintas di pikiran mereka adalah “bagaimana cara naik ke tempat itu tanpa tangga”. Ia terkenal sebagai seorang gadis kecil berwajah innocence yang ramah, lucu, dan baik. Setiap hari ia selalu pergi pagi-pagi sekali ke dalam hutan dan kembali ke kebun belakang rumahnya dengan membawa banyak sekali tanaman obat-obatan. Tidak jarang ada yang meminta bantuannya untuk dibuatkan obat.

Negeri tempatnya tinggal adalah tempat kedamaian, keadilan dan kejujuran berada, seperti layaknya sebuah dongeng. Dan di negeri tersebut, terdapat sebuah kerajaan yang bernama Salvadoria , seperti layaknya kerajaan maka tinggalah seorang raja, ratu, serta putri yang cantik. Putri cantik itu bernama Roseline

Suatu hari, di pagi yang mendung dan sejuk Alice keluar dari rumah labunya yang aman dengan memakai jubah hitam dan membawa keranjang kosong. Dengan menaiki selembar daun talas berukuran besar, ia turun dari rumahnya yang tinggi dan mulai menuju kebun belakang rumah. Dengan langkah santai dan cerianya, ia mulai memetik sedikit dedaunan yang ada. Hari itu cuaca mendung seharian dan cuaca seperti itulah yang sangat disukai Alice. Baginya mendung adalah saatnya ia pergi berbelanja keperluannya. Padahal penduduk negeri itu kebanyakan sangat menyukai cuaca cerah, termasuk Roseline.

Setelah selesai dengan kebun kesayangannya, Alice pergi ke dalam kota. Dengan cara berjalannya yang kelewat ceria, ia masuk ke sebuah toko kecil yang bernama Ellenika. Disitu dijual berbagai macam keperluan seperti kuali, cangkir, pisau, dan lainnya. Saat membuka pintu, Alice langsung disambut baik oleh pemilik Ellenika. Orang tua dengan wajah jahat dan tidak bersahabat. Sangat tidak cocok dengan caranya bicara yang kelewat ramah. Alice sangat menyukai orang tua yang dipanggilnya Yugo itu. Alice bisa menghabiskan waktu setengah hari jika sedang bercerita. Hampir setiap cuaca mendung, anak kecil selalu ke Ellenika walaupun hanya untuk ngobrol, baginya Yugo adalah teman baik.


bersambung. gantung ya ceritanya haha :D

30 Oktober 2009

dongeng Wika, Diva dan Dara

jadi karena semakin lama semakin minimnya persediaan ide yang saya miliki.

maka jadilah, karena kami yang namanya tertera di atas memiliki imajinasi yang kelewat luasnya
maka saya memutuskan untuk mendongeng di blog ini

lalu wika bilang : 'aku punya cerita dar, tentang penyihir cilik'

oke maka cerita itu yang akan saya muat di blog ini

dan lalu, karena dalam proses pembuatannya teman saya yang bernama diva turut serta membantu wika, maka jadilah diva saya ikut sertakan dalam dongeng bertajuk...

jengjeng

UNTITLED
*sebenarnya kami tidak ada ide. judul apa yang akan kami angkat untuk dongen ini

dan lagi. posting dongeng ini akan tidak beraturan. untuk itu kalau mau baca lengkap
click dari labelnya aja :D

oke oke have a nice day :)