08 November 2009

lem itu lengket, dar!

jadi hari minggu kemarin, saya belajar satu hal. satu hal yang pada dasarnya sudah saya ketahui kebenarannya. tapi hanya karena tololnya saya masih aja saya berexperimen

ceritanya aku lagi nonton take me out siaran ulang, terus di belakangku ada lem castol. karena iseng aku buka dan begitu melihat kenyataannya bahwa keadaan lem itu kering, saya pencet pencet dan berharap yang basah bisa mendorong yang kering lalu lem itu dapat berkerja seperti biasa.

satu kali pencet ga ada reaksi
dua kali, masih ga ada reaksi
tiga kali tetap tidak ada reaksi
"lem ini dalamnya apa kering juga sih?" tapi aku tidak menyerah
empat kali aku pencet masih tidak ada reaksi
dan yang kelima, DOR!

ternyata lemnya sudah keluar dan telah dengan indahnya men
gelemi sekujur tanganku, si lem itu ternyata keluar lewat sisi belakang lem yang tidak menghadap mukaku. karena aku sambil nonton, ga juga aku memperhatikan sekujur badan lemnya. maka jadilah aku bermetamorfosa jadi manusia lem



mau tau apa rasanya?

dingin

haha. untung lemnya lem castol bukan lem alteko
kalo alteko bisa jadi manusia lem abadi aku


30 Oktober 2009

dongeng Wika, Diva dan Dara

jadi karena semakin lama semakin minimnya persediaan ide yang saya miliki.

maka jadilah, karena kami yang namanya tertera di atas memiliki imajinasi yang kelewat luasnya
maka saya memutuskan untuk mendongeng di blog ini

lalu wika bilang : 'aku punya cerita dar, tentang penyihir cilik'

oke maka cerita itu yang akan saya muat di blog ini

dan lalu, karena dalam proses pembuatannya teman saya yang bernama diva turut serta membantu wika, maka jadilah diva saya ikut sertakan dalam dongeng bertajuk...

jengjeng

UNTITLED
*sebenarnya kami tidak ada ide. judul apa yang akan kami angkat untuk dongen ini

dan lagi. posting dongeng ini akan tidak beraturan. untuk itu kalau mau baca lengkap
click dari labelnya aja :D

oke oke have a nice day :)

29 Oktober 2009

masalah dengan nama saya

OK, nama saya Ni Kadek dara Maritasari


faktanya :

dulu, waktu masih TK sampai SD sekitar kelas 2, saya cadel. R-nya betagar lalalala
jadi nama saya dulu, Ni Kadek Dalya Malitasali. krik krik
itu sebabnya panggilan saya di rumah yaya bukan rara. dan saya baru tau tentang ini waktu saya kalau ga salah sd kelas 6 atau smp kelas 1 gitu lupa hehe

lalu, sekarang cadel saya hilang. kok bisa?
iya waktu saya SD, saya dijejelin makanan yang pedes sama si mama
waktu itu makanannya nasi kuning belinya di klandasan.
iya saya dipaksa menghabiskan nasi kuning itu. dan setiap suapnya saya disuruh ngomong R
jadi, satu suap, rrrr, satu suap lagi, rrrr, satu suap lagi, rrrr begitu sampe nasi kuningnya habis

ga masuk akal memang. tapi ampuh -___-'

dan gara gara tragedi nasi kuning ini. sampai detik ini saya ga mau lagi makan makanan pedes.
hemm tau mie goreng kan? indomie? bumbu pedesnya indomie itu saja sudah cukup pedas di lidah saya. apalagi lombok.
waktu itu pernah. SAYA SUDAH SMA. malam malam, saya makan nasi goreng. terus karena saya lupa berdoa saat itu dengan indahnya saya menelan, menggigit lebih tepatnya sebuah lombok hijau yang terlihat segar. huu setelah itu saya terlalu malu untuk menceritakan apa yang saya lakukan. aib woy! haha :D

well, cukup bermain main dengan lomboknya

fakta ke duanya :
SAYA BARU TAU BAHWA NAMA SAYA NI KADEK DARA MARITASARI SAAT SAYA KELAS 3 SMP. itu pun gara gara ditanya sama guru. buat urusan ijasah
tolol ya, iya saya pun heran
jadi selama ini, sebelum saya kelas 3 smp. saya pikir nama saya itu Ni Kadek Dara Marita Sari. yes marita sarinya dipisah. ehem, sebelumnya spasi itu penting !

fakta ke tiga :
dulu, waktu kela 1 smp. saya ga suka sama nama saya. karena apa? saya sudah lupa. haha


tring tring tring





28 Oktober 2009

saya bukan penyihir atau pesulap

jadi ceritanya kemarin lusa saya mencoba melupakan ego saya sendiri. mencoba mengerti orang lain.

'kalau aku mengerti tentang hidup orang lain. walaupun banyak orang di dunia ini, tapi aku pingin tau. dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan setelahnya, lalu aku tidak tahu bagaimana carany'

kemarin, saya melihat seorang ibu ibu yang berdiri di bawah spanduk dengan wajah yang bingung, seorang anak SD yang menguap, seorang ibu yang sedang menyapu lalu menbuang sampahnya kesungai, seorang anak smp yang sedang kipas kipas dengan daun kipas, seseorang yang sedang memberi sesuatu kepada seorang ibu penyapu jalan dan seorang laki laki sedang mendorong gerobak penuh jerigen dan dia terlihat sangat lelah

itu baru sebagian orang yang saya lihat. orang orang dengan masalahnya masing masing
kenapa ibu itu berdiri di bawah spanduk? tidur jam berapa anak SD itu? apa yang diberikan orang itu pada ibu ibu penyapu jalan? apa isi jerigen yang dibawa laki laki itu?

itu baru sebagian kecil masalah mereka yang saya tidak tahu

jangankan ke orang yang saya tidak kenal. ke orang orang rumah, atau teman teman di sekolah saja kadang saya acuh tak acuh kepada mereka. bukan karena saya tidak mau tahu, tapi karena saya memang tidak tahu. karena saya tidak mengerti. saya bukan penyihir, saya bukan pesulap. saya tidak akan tahu kalau tidak ada yang memberi tahu. ya kan?

_____________________
mungkin agak aneh karena saya menulis sesuatu yang agak melankolis seperti ini

jadi ceritanya kapan itu ada orang yang berkata
'coba kamu jangan egois. coba sekali aja kamu pikirin orang lain. jangan cuma pikirkan apa enaknya dikamu. pikirkan juga apa efeknya ke orang lain'

dan akhirnya kalimat itu membuat saya merasa salah. (sebenarnya, iya. saya memang salah)
dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. karena memang saya bukan penyihir atau pesulap



27 Oktober 2009

sebuah posting dari lab komputer

sejujurnya saya punya posting yang ingin saya post hari ini. tapi karena bahan referensinya belom terselesaikan dan saya sudah tidak begitu sabar untuk mempost sebuah tulisan. maka jadilah tulisan maksa itu tertulislah


dan jengjeng kali ini saya mempostkan tulisan ini di lab komputer
saat pak dalia, wali kelas saya sedang menghadiri sebuah pertemuan di hotel manaa gitu maka jadilah, kami DISURUH ngenet gratis, indah sekali :D

dan jadi sembari kami menunggu loading *you know lahh yang namanya gratisan pasti rada rada ehem
seorang teman saya NYERI (nama dan umur disamarkan) tiba tiba beralay alay ria
dia bilang
'eh, kita satu kelas nama facebooknya ganti semuia yoo.. belakangnya di kasih apa gitu. contoh dara adjah, atau dara imoetz, atau apa gitu'

ih jijiknya. HAHAHA :D

sudah, itu saja yang mau saya ceritakan